M. Alawi

M. Alawi

Mudahkanlah, jangan dipersulit!

Syarat Daftar Ulang Calon Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2022/2023

1. Calon siswa yang dinyatakan diterima harus melaksanakan Daftar Ulang dengan ketentuan sebagai berikut:

A. Mengisi Formulir Registrasi Daftar Ulang Online melalui website http://smansabansri.sch.id/index.php/menu-ppdb/ppdb.html tanggal 11-12 Juli 2022 Pukul 08.00 Wib s.d. 17.00 WIB. Apabila 

    sampai batas waktu yang ditentukan calon peserta didik tidak mengisi formulir Registrasi, maka calon peserta didik dinyatakan mengundurkan diri.

B. Registrasi/Daftar Ulang Online dilaksanakan pada tanggal 11 s.d 12 Juli 2022

C. Daftar ulang dilaksanakan tanpa dipungut biaya 

D. Mengisi dan Mengumpulkan angket Lintas minat yang bisa di unduh disini. dikumpulkan pada waktu Daftar Ulang

D. Pengumpulan Berkas ke Sekolah dilaksanakan sesuai dengan Jadwal:

    JADWAL PENGUMPULAN BERKAS

    1. Tanggal 11 Juli 2022 Pukul 08.00 - 12.00 WIB

    2. Tanggal 12 Juli 2022 Pukul 08.00 - 12.00 WIB

 

 2. Calon Siswa yang dinyatakan diterima setelah mengumpulkan Berkas, Kumpul Angket Lintas Minat kemudian berkumpul disekolah

 3. Calon siswa yang dinyatakan diterima harus Lapor Diri secara online di website lampung.siap-ppdb.com  pada menu LAPOR. tanggal 11 - 12 Juli 2022 sampai dengan pukul 15.00 WIB. 

    Apabila  sampai batas waktu yang ditentukan calon peserta didik tidak melakukan Daftar Ulang / Lapor Diri, maka calon peserta didik dinyatakan mengundurkan diri.

 

E. Berkas daftar ulang yang dikirim/dimasukkan kotak pendaftaran di sekolah berupa :

  • Fotocopy Bukti Pendaftaran 2 Lembar
  • Fotocopy Ijazah/Surat Keterangan Lulus yang telah dilegalisir sebanyak 2 (dua) lembar;
  • Pas Foto berwarna ukuran 3 x 4 cm sebanyak 2 (dua) lembar;
  • Fotocopy Kartu Keluarga 2 Lembar
  • Fotocopy Akte Kelahiran 2 Lembar
  • Fotocopy Nilai Raport semester 1-5 masing-masing 1 lembar
  • Fotocopy Surat Pertanggungjawaban Mutlak Orang tua yang berisi Kebenaran data dan pernyataan Bebas Narkoba 1 Lembar (Asli dan Materai 10.000)
  • Fotocopy KIP/PKH atau sejenisnya dilegalisir 1 lembar (untuk khusus jalur afirmasi)
  • Fotocopy Surat Perpindahan Tugas Orang tua dilegalisir 1 lembar (Untuk Jalur Perpindahan Tugas Orang tua) 
  • Fotocopy Sertifikat/Piagam dilegalisir 1 lembar (Khsusus jalur Prestasi Non Akademik) 
  • Semua Berkas dimasukan Kedalam Map dan di tuliskan Nama Lengkap Siswa, Asal Sekolah serta Nomor Peserta

     Untuk Pendaftar Jalur Zonasi (Map Warna Merah: IPA, Warna Biru: IPS), Jalur Prestasi(Map Warna Kuning), Jalur Afirmasi dan perpindahan tugas Orang tua (Map Warna Hijau).

F. Bagi peserta didik yang dinyatakan lulus tetapi tidak mendaftar ulang sampai  batas waktu yang ditetapkan, maka dianggap mengundurkan diri dan haknya dinyatakan gugur sebagai calon peserta didik baru

G. Pengumpulan Berkas ke sekolah dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan 5M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dengan Sabun dan air mengalir, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan serta membatasi mobilitas dan interaksi)

Kamis, 28 Desember 2017 01:14

Prestasi

PRESTASI Sekolah
PERIODE 2010 s/d 2020

Kamis, 28 Desember 2017 01:08

Sarana dan Prasarana

Keterangan

1. Kls X IPA 1
2. Kls X IPA 2
3. Kls X IPA 3
4. Kls X IPA 4
5. Kls X IPA 5
6. Kls X IPS 1
7. Kls X IPS 2
8. Kls X IPS 3
9. Kls X IPS 4
10. Kls XI IPA 1
11. Kls XI IPA 2
12. Kls XI IPA 3
13. Kls XI IPA 4
14. Kls XI IPA 5
15. Kls XI IPS 1

16. Kls XI IPS 2
17. Kls XI IPS 3
18. Kls XI IPS 4
19. Kls XII IPA 1
20. Kls XII IPA 2
21. Kls XII IPA 3
22. Kls XII IPA 4
23. Kls XII IPA 5
24. R. Kepsek
25. R. Tata Usaha
26. R. Lobi
27. R. Guru
28. R. OSIS
29. R. PMR
30. R. BK/BP
31. R. Piket
32. R.PSB
33. Lab Kom 2
34. Gudang
35. Masjid
36. Kls XII IPS 2
37. R. Satpam
38. R. UKS
39. Kls XII IPS 1
40. GreenHouse
41. Parkir
42. Mushala Guru
43. WC Guru
44. R. Cetak
45. R. Wakasek
46. Dapur
47. WC Guru
48. WC Laki-laki
49. WC Perempuan
50. Koperasi
51. Kantin
52. WC Perempuan
53. WC Laki-laki
54. Lab Kom
55. Kls XII IPS 3
56. Kls XII IPS 4
57. Gudang TIK
58. R. EC
59. Lab. Kimia
60. Lap. Olahraga
61. Lab. Fisika
62. Lab. Biologi

JAKARTA, KOMPAS.com - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memberikan catatan akhir tahun pendidikan di 2017.

Salah satunya yaitu, dari pengamatan kualitatif FSGI, kekerasan di dunia pendidikan terlihat semakin masif dan mengerikan sepanjang tahun ini.

Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriawan Salim menyebutkan beberapa diantaranya yaitu siswa kelas 3 SD di Sukabumi bernama SR (9 tahun) yang tewas setelah terlibat perkelahian dengan temannya di belakang sekolah.

Meski berdasarkan autopsi, kematian SR bukan disebabkan pukulan temannya, namun pukulan tersebut mengakibatkan SR terjatuh dan pingsan.

"Karena SR memiliki sakit bawaan berupa pengentalan darah, maka posisi jatuh tersebut mengakibatkan darah yang kental tak bisa mengalir secara lancar," katanya dalam sebuah diskusi di LBH, Jakarta, Selasa (26/12/2017).

(Baca juga: Berkelahi dengan Temannya, Siswa SD di Sukabumi Tewas)

Satriawan menyebut kasus lain yang terjadi di Lombok Barat, di mana terjadi pemukulan terhadap sejumlah siswa yang kerap dilakukan oleh seorang guru.

Ironisnya, guru yang kerap melakukan pemukulan tersebut justru menjadi "andalan" kepala sekolah untuk "mendisiplinkan" siswa di sekolah itu.

Sejumlah video kekerasan juga sempat viral sepanjang 2017. Salah satunya yakni video yang memperlihatkan seorang guru yang menampar empat siswi di Maluku Tenggara Barat.

Kemudian ada video pemukulan siswa di Pontianak.

Kekerasan juga terjadi di luar sekolah, namun masih menyasar para pelajar. Pelakunya bahkan merupakan para senior dan alumni, seperti yang terjadi di kasus gladiator Bogor.

Kasus gladiator Bogor yang melibatkan siswa dan alumni dari SMA Budi Mulia dan SMA Mardiyuana tersebut menewaskan Hilarius.

(Baca juga: Maria Kisahkan Anaknya Dihajar Tanpa Ampun hingga Tewas dalam Duel ala Gladiator)

"Yang terakhir terjadi di Rumpin, yang menewaskan MRS karena luka bacok dan mengakibatkan korban meninggal kehabisan darah," ujar Satriawan.

FSGI menyayangkan masifnya kekerasan di dunia pendidikan. Menurut Satriawan, semestinya sekolah menjadi tempat yang aman baik bagi siswa maupun guru.

"Tapi ini terbalik. Sekolah menjadi tempat yang tidak aman, karena tidak hanya bullying tapi juga kekerasan fisik bahkan pembunuhan, itu terjadi di sekolah, bahkan pelakunya justru guru sendiri," kata dia.

Seharusnya, sekolah menjadi tempat yang aman sebagaimana analoginya sebagai rumah kedua.

Satriawan menyampaikan, FSGI pun memberikan masukan agar guru-guru diberi pelatihan cara mencegah dan menangani kekerasan di sekolah.

Pasalnya, menurut dia, banyak guru dan kepala sekolah yang gagap dalam menghadapi kekerasan di sekolah.

Selain itu, pemerintah diharapkan melakukan percepatan dan sosialiasi program sekolah ramah anak.

Sumber: http://nasional.kompas.com/read/2017/12/26/17513181/federasi-serikat-guru-2017-kekerasan-di-dunia-pendidikan-makin-masif

Halaman 3 dari 4